PENGERTIAN ETIKA MENURUT PARA AHLI

12:08 AM

Pengertian Etika
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut:
  • Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
  • Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  • Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.
Menurut Profesor Robert Saloman, Etika dapat dikelompokkan menjadi dua definisi yaitu:
  • Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik. Pengertian ini disebut pemahaman manusia sebagai individu yang beretika.
  • Etika merupakan hukum sosial. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.

Rosita noer
Etika adalah ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Drs. O.P. Simorangkir
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

Drs. H. Burhanudin Salam
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai norma dan moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya

Apabila melihat definisi dari etika menurut beberapa ahli, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan etika adalah suatu cabang dari ilmu filsafat yang berbicara tentang perilaku manusia mulai dari baik buruk, benar salah, tanggung jawab dan di dalam etika terdapat norma-norma.
Etika berasal dari bahasa latin, Etica yang berarti falsafah moral dan merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut pandang budaya, susila dan agama. Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos ayng berarti kebiasaan, watak. Etika memiliki banyak makna antara lain :
1. Semangat khas kelompok tertentu, misalnya ethos kerja, kode etik kelompok profesi.
2. Norma-norma yang dianut oleh kelompok, golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar.
3. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku yang baik dan benar sebagai falsafat moral. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia.

Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu.
• Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas.
• Bagi sosiolog, etika adalah adat, perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu.
• Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional, etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat.
• Bagi eksekutif puncak rumah sakit, etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain, terhadap organisasi dan staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Kriteria wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit.
• Bagi asosiasi profesi, etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu.

HUBUNGAN ETIKA DENGAN ILMU PENGETAHUAN
Apabila hendak berbicara tentang etika, maka harus dimulai dari bagaimana sebenarnya perkembangan pikiran manusia. Etika merupakan ilmu yang menyelidiki segala perbuatan manusia, kemudian menetapkan hukum baik atau buruk. Etika mempersoalkan norma-norma yang dianggap berlaku. Etika juga mengantar individu kepada kemampuan untuk bertindak sesuai dengan apa yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sifat dasar etika adalah kritis, yaitu membuat individu dapat mengambil sikap yang rasional terhadap semua norma. Etika dapat menjadi alat pemikiran rasional dan bertanggungjawab bagi masyarakat. Artinya, masing-masing bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri.

Etika tidak membahas kebiasaan masyarakat yang didasarkan pada adat istiadat yang terikat pada pengertian baik dan buruk tingkah laku manusia, karena adat istiadat terikat pada kondisi daerah, tempat dan geografis kedaerahan.
1. Hubungan Etika dengan Ilmu Sosiologi
Sosiologi merupakan ilmu yang menggambarkan tentang keadaan masyarakat yang meliputi struktur, stratifikasi, serta berbagai gejala social lainnya yang saling berkaitan.

Sosiologi digunakan untuk memahami etika???
Persamaan etika dan ilmu sosiologi adalah mempelajari dan mengupas masalah prilaku, perbuatan manusia, yang timbul dari kehendak yang disengaja.

Ilmu sosiologi mempersoalkan tentang kehidupan bermasyarakat. Etika melihat dari sisi tingkah laku manusia.

Hubungan kedua ilmu ini sangat erat, karena mempelajari perbuatan manusia yang timbul dari kehendak yang disengaja. Perbuatan manusia menjadi pokok persoalan etika, mendorong untuk mempelajari kehidupan bermasyarakat yang menjadi pokok persoalan sosiologi

Ilmu sosiologi merupakan bagian dari ilmu social, yaitu ilmu yang berhubungan dengan masyarakat serta lingkungan sekitarnya. Hubungan etika dengan ilmu sosial bersifat kemasyarakatan, bukan saja karena etika berkaitan dengan kehidupan social, tetapi juga karena etika merupakan hasil dari kehidupan bermasyarakat.

Etika yang tumbuh dari proses kemasyarakatan menentukan batasan dari prilaku dalam kehidupan masyarakat. individu dilahirkan dalam suatu masyarakat disosialisasikan untuk menerima aturan-aturan sebagai standar tingkah laku yang benar dan yang salah.

2. Hubungan Etika dengan Ilmu Hukum
Hukum berkaitan dengan keadilan, yaitu menempatkan sesuatu secara proporsional.
Pokok pembicaraan etika dengan ilmu hukum adalah mengenai perbuatan manusia. Tujuan keduanya adalah mengatur perbuatan manusia untuk kebahagiaan manusia.

Etika memerintahkan berbuat apa yang berguna dan melarang berbuat hal-hal yang buruk dan merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Sedangkan banyak perbuatan yang biasa dilakukan manusia, tidak diatur dalam ilmu hukum.

Ilmu hukum bukan suatu perintah dan bukan suatu larangan. Ilmu hukum hanya dapat menjatuhi hukuman kepada orang yang menyalahi perintah yang telah diatur dalam peraturan dan undang-undang.

3. Hubungan Etika dengan Ilmu Filsafat
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menyelidiki segala sesuatu yang ada dengan menggunakan pikiran.
Bidang kajian filsafat meliputi berbagai disiplin ilmu, yaitu:
metafisika: penyelidikan di balik alam yang nyata
kosmologi: penyelidikan tentang alam
logika: pembahasan tentang cara berpikir cepat
etika: pembahasan tentang tingkah laku manusia
teologika: pembahasan tentang ketuhananantropologi: pembahasan tentang manusia

Sebagai salah satu komponen dari filsafat, etika menitikberatkan pada pembahasan tentang manusia, sebagai makhluk yang berpikir. Oleh karena itu manusia mampu melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sifat-sifat demikian tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.

Lewat kemampuan berpikirnya itu, manusia tidak hanya menjalani kehidupannya, tetapi juga menaruh perhatian pada berbagai cara untuk memperoleh makna hidup.

Manusia adalah makhluk budaya yang kesempurnaannya baru akan terwujud jika berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Etika merupakan cabang filsafat yang berbicara tentang nilai dan norma dalam prilaku manusia. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggungjawabkan karena setiap tindakannya selalu harus dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai cabang filsafat, etika menjadi refleksi tingkah laku manusia. Dengan demikian etika tidak bermaksud untuk membuat orang bertindak sesuatu dengan tingkah laku bagus saja. Manusia harus bertindak berdasarkan pertimbangan akal sehat, apakah bertentangan atau membangun tingkah laku baik.

4. Hubungan Etika dengan Ilmu Psikologi
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai suatu kesatuan jasmani dan rohani. Psikologi juga mempelajari segala sesuatu yang dapat memberikan jawaban tentang apa sebenarnya manusia, mengapa manusia berbuat sesuatu hal, apa yang mendorong melakukan suatu hal tertentu, bagaimana tingkah laku manusia.

Ilmu psikologi membahas tentang gejala-gejala kejiwaan yang tampak dalam tingkah laku. Melalui ilmu psikologi dapat diketahui sifat-sifat psikologis yang dimiliki seseorang.

Ilmu psikologi merupakan pendahuluan bagi etika. Etika melihat dari segi apa yang sepatutnya dikerjakan manusia, psikologi meneropong dari segi apakah yang menyebabkan terjadinya perbuatan tersebut.
Psikologi juga dapat membimbing prilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
1.1  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :
1. Kebutuhan Individu
2. Tidak Ada Pedoman
3. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi
4. Lingkungan Yang Tidak Etis
5. Perilaku Dari Komunitas
Faktor-faktor seperti keluarga. rakan sebaya dan situasi adalah penyumbang kepada pembentukan etika seseorang terutama remaja yang sedang mempunyai kecelaruan identiti dan tingkah laku dan memerlukan bimbingan daripada seseorang terutama ibubapa. Mereka berperanan untuk memberikan tunjuk ajar kepada anak-anak remaja  cara-cara berkelakuan dengan baik mengikut norma-norma masyarakat. Ibubapa perlu untuk mendampingi anak-anak remaja agar mereka tidak merasa bosan dan kekosongan di dalam jiwa untuk membentuk mereka menjadi remaja yang berkelakuan baik dan matang untuk mereka melangkah ke alam dewasa.

Pengaruh rakan sebaya juga wajib dipandang serius. Ibubapa perlu mengetahui atau memantau dengan siapakah anak-anak mereka berkawan dan bergaul. Dengan pemantauan ini, anak-anak tidak merasakan mereka bebas untuk melakukan apa sahaja bila bersama-sama dengan rakan-rakan sebaya. Sekiranya mereka mengetahu mereka diperhatikan dan dipantau, mungkin kegiatan-kegiatan negatif tidak akan berlaku seperti buli, rempit, dadah, ganja, curi, ragut dan rompak.

Situasi juga menyumbang kepada pembentukan seseorang individu kerana sekiranya mereka tertekan, ia akan membolehkan seseorang bertindak diluar norma-norma masyarakat dengan tidak mampu untuk memikirkan samada apa yang dilakukannya memberikan kesan samada baik atau buruk dalam norma masyarakat. Oleh yang sedikian, seseorang itu harus berfikir terlebih dahulu samada baik atau buruk sebelum membuat sebarang keputusan untuk mengambil tindakan agar tidak melanggar norma-norma masyarakat walau dalam keadaan situasi dipaksa.

Kerajaan telah memperuntukan sejumlah wang yang besar untuk mewujudkan program-program bersama-sama dengan badan-badan bukan kerajaan dan kelab-kelab belia untuk membentuk etika remaja-remaja kepada kelakuan yang baik demi masa depan negara. Salah satu program yang dijalankan adalah Program Latihan Khidmat Negara (PLKN) yang memfokuskan kepada daya tahan diri dan secara langsung akan membentuk keperibadian yang baik dikalangan remaja dan belia untuk menempuh masa depan yang lebih mencabar.


Adalah merugikan dan memalukan negara sekiranya generasi yang akan datang yang dicanangkan akan menjadi pemimpin di masa hadapan tidak mempunyai kelakuan dan etika yang baik disebabkan didikan dan faktor-faktor pembentukan peribadi yang tidak baik sejak mereka lahir, menempuhi zaman persekolahan dan seterusnya akan dibawa ke alam pekerjaan dan akan diwariskan oleh anak-anak mereka pula dan hingga akhirnya Negara Malaysia akan dikenali dengan negara yang rakyatnya tidak mempunyai kelakuan atau etika yang baik. 

Daftar Pustaka

andura. A, Walter, R. (1959). Adolescent Aggression. Ronal Press.

Hazil Abd Hamid (1990). Sosiologi Pendidikan Dalam Perspektif Negara. Kuala Lumpur, Dewan Bahasa Dan Pustaka.

Mahathir Mohamad. (1991). Malaysia: The way forward. Kertas kerja dibentangkan dalam mesyuarat The Malaysian Business Council, Kuala Lumpur.

Mahmood Nizar Muhammad (1993). Penghantar Psikologi: Satu Pengenalan Asas Kepada Jiwa Tingkah Laku Manusia. Kuala Lumpur : Dewan Bahasa Dan Pustaka

Pinvader (March, 2011). Kemahiran Penting Dalam Mengatasi Pengaruh Rakan Sebaya.
http://utusan-malaysia-online.com/kemahiran-penting-dalam-mengatasi-pengaruh-rakan-sebaya-kata-taib

Wallace, J.D. (1978) Virtues and Vices. Ithaca: Cornell University Press

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images