Prinsip Dasar Komunikasi Yang efektif
2:23 PM
Komunikasi merupakan
Ketrampilan Prioritas diurutan pertama jika Anda menginginkan Sukses dalam
Karir dan Kehidupan. Sudah menjadi Data Penelitian bahwa dari 20
Kemampuan yang dibutuhkan, Komunikasi sebagai Jawaranya. Perubahan untuk
menjadi Lebih Baik terletak sejauh mana Anda mampu menggunakan Komunikasi
sebaik mungkin. Anda mampu membaca situasi dan masuk dengan cara
komunikasi yang apik. Namun masih banyak diantara Anda yang kurang mampu
menggunakan Komunikasi Efektif dalam Karir dan Profesi. Ada
beberapa hal yang perlu Anda pahami yakni Makna dan Tujuan Komunikasi dan
Prinsip Komunikasi Efektif (Benar).
Makna dan
Tujuan Komunikasi
Komunikasi adalah Pemberitahuan atau Pertukaran yang bersifat Bersama-sama. Komunikasi terdiri dari Pembawa Pesan, Isi Pesan, Media, Penerima Pesan dan Pengetian atau Pemahaman masing-masing Pihak. Tujuan akhir dari sebuah Komunikasi adalah Penerima Pesan dapat Mengerti dan Memahami Pesan yang disampaikan Pemberi Pesan. Anda mampu menjelaskan Keinginan kepada Lawan Bicara dengan Sederhana namun Tepat atau Akurat.
Komunikasi adalah Pemberitahuan atau Pertukaran yang bersifat Bersama-sama. Komunikasi terdiri dari Pembawa Pesan, Isi Pesan, Media, Penerima Pesan dan Pengetian atau Pemahaman masing-masing Pihak. Tujuan akhir dari sebuah Komunikasi adalah Penerima Pesan dapat Mengerti dan Memahami Pesan yang disampaikan Pemberi Pesan. Anda mampu menjelaskan Keinginan kepada Lawan Bicara dengan Sederhana namun Tepat atau Akurat.
Prinsip-Prinsip
Komunikasi Efektif
Prinsip ibarat ornament atau elemen penting yang harus digunakan dalam sebuah
aktivitas. Prinsip Kerja adalah Proses Benar dan Hasil Tepat.
Prinsip Berumah Tangga adalah Ibadah dan Sosial. Demikian pula Prinsip
Komunikasi Efektif diantaranya adalah Respect, Empathy, Audible, Clarity,
Humble atau disingkat REACH.
1. Respect
(Respek)
Respect
adalah Perasaan Positif atau penghormatan diri kepada lawan bicara. Anda
menghargai Lawan Bicara sama halnya dengan menghargai diri sendiri. Semua
orang ingin dihargai dan dihormati dan menjadi kebutuhan setiap individu. Dalam
bukunya How to Win Friends and Influence People, Dale Carnegie juga menjelaskan
bahwa rahasia terbesar dalam berurusan dengan manusia adalah penghargaan yang
jujur dan tulus. Prinsip menghormati ini harus selalu Anda pegang dalam
berkomunikasi. There will be no respect without trust and there is no
trust without integrity – Samuel Johnson.
2. Empathy
(Empati)
Empathy
adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang tengah
dihadapi orang lain. Anda mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
Komunikasi akan terjalin dengan baik sesuai kondisi psikologis lawan
bicara. Ber-Empati Anda harus menempatkan diri sebagai pendengar yang
baik, bahkan sebelum orang lain mendengarkan kita. Stephen R Covey
menjelaskan salah satu dari tujuh kebiasaan manusia efektif adalah mengerti
terlebih dahulu sebelum dimengerti (Seek First to Understand).
3. Audible
(Dapat Didengar)
Audible
mengandung makna pesan Anda harus dapat didengarkan dan dimengerti. Untuk itu
yang harus Anda lakukan yaitu,
Pertama, pesan harus
mudah dipahami, menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hindari bahasa
yang tidak dipahami oleh lawan bicara.
Kedua, sampaikan yang penting. Sederhanakan Pesan Anda. Langsung saja pada inti persoalankarena sebagian besar orang tidak suka mendengar yang bertele-tele.
Ketiga, gunakan bahasa tubuh Anda. Mimik wajah, kontak mata, gerakan tangan dan posisi badan bisa dengan mudah terbaca oleh lawan bicara Anda. Tunjukkan kesejatian Anda dengan mengoptimalkan bahasa tubuh dan pesan.
Keempat, gunakan ilustrasi atau contoh. Analogi sangat membantu dalam penyampaian Pesan. Gunakan Ilustrasi dan Contoh Nyata.
4. Clarity
(Jelas)
Clarity
adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Salah satu penyebab munculnya
salah paham antara satu orang dengan yang lain adalah informasi yang tidak
jelas yang mereka terima. Hindari orang berspekulasi atau menafsirkan sendiri
atas apa yang mereka dengar. Langkah terbaik sebelum melakukan komunikasi
adalah dengan menetapkan tujuan secara jelas dan perjelas intonasi suara Anda.
Sadari bahwa Anda punya tujuan dalam berkomunikasi dan sampaikan pesan Anda
dengan suara intonasi suara yang baik.
5. Humble
(Rendah Hati)
Sikap Rendah
Hati bukan berarti Anda Rendah Diri, Rendah Hati memberikan Kesempatan kepada
orang lain untuk berbicara terlebih dahulu dan Anda menjadi Pendengar yang
Baik. Sikap ini membangun Rasa Hormat dan pada akhirnya Mengembangkan
Respek kepada Lawan Bicara Anda. Sikap Rendah Hati Anda memberikan pamor
positif bahwa Anda merupakan tempat yang tepat dalam sebuah Komunikasi Dua Arah
yang saling Menguntungkan.
Komunikasi Efektif
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 70%
dari waktu bangun kita, digunakan untuk berkomunikasi. Mulai dari bangun tidur,
interaksi dengan anggota keluarga; beraktivitas diluar rumah juga melibatkan
komunikasi. Di tempat kerja, kita berkomunikasi dengan rekan kerja, konsultasi
dengan atasan, koordinasi dengan klien dan lain sebagainnya. Disekolah, pelajar
berkomunikasi dengan teman, mendengar guru menerangkan pelajaran, dan lain
sebagainya. Dikampus, mahasiswa berdiskusi dalam perkuliahan juga menggunakan
komunikasi sebagai sarananya. Demikianlah, apapun aktivitas kita seharian,
tidak pernah terlepas dari kegiatan komunikasi. Di rumah sehabis beraktivitas,
bercengkrama dengan keluarga juga melibatkan komunikasi.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah
komunikasi yang kita lakukan tersebut berhasil? Dengan kata lain, apakah sudah
efektif komunikasi yang kita lakukan? Seberapa efektifkah komunikasi yang telah
dilakukan?
Secara sederhana, komunikasi efektif
terjadi apabila orang berhasil menyampaikan apa yang dikasudkannya. Menurut
Tubbs, (Yusrizal:2005)”secara umum, komunikasi dinilai efektif bila rangsangan
yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh pengirim atau sumber, berkaitan erat
dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima”.
Bagaimana cara kita mengukur keefektifan
suatu komunikasi? Setidaknya ada lima hal yang dapat dijadikan sebagai ukuran
bagi komunikasi yang efektif, yaitu:
1. Pemahaman
Pemahaman yang dimaksud adalah penerimaan
yang cermat oleh komunikan (penerima pesan) terhadap kandungan rangsangan yang
dimaksudkan oleh komunikator (pengirim pesan). Dalam
hal ini, komunikasi dikatakan efektif jika penerima pesan memperoleh pemahaman
yang cermat terhadap apa yang disampaikan oleh pengirim pesan.
2. Kesenangan
Komunikasi efektif terjadi jika
diantara komunikator dan komunikan terdapat rasa saling senang. komunikator merasa senang menyampaikan informasi
kepada komunikan, dan sebaliknya komunikan juga senang
menerima informasi dari komunikator.
3. Mempengaruhi sikap
Tindakan mempengaruhi orang lain merupakan
bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam berkomunikasi, komunikator berusaha
untuk mempengaruhi sikap komunikan, dan berusaha agar komunikan memahami
ucapannya. Jika komunikator dapat merubah sikap dan
tindakan komunikan, maka dapat dikatakan bahwa komunikasi efektif sudah
terjadi.
4. Memperbaiki hubungan
Salah satu hal yang menjadi kegagalan utama
dalam berkomunikasi adalah munculnya gangguan akibat dari hubungan yang tidak
baik antara komunikator dengan komunikan. Hal ini terjadi karena adanya rasa
frustasi, kemarahan, atau kebingungan diantara keduanya. Oleh sebab itu, agar
komunikasi efektif , maka perlua adanya tindakan memperbaiki hubungan antara
komunikator dengan komunikan terlebih dahulu.
5. Tindakan
Mendorong komunikan untuk melakukan
tindakan yang sesuai dengan keinginan komunikator merupakan suatu hal yang
paling sulit dicapai dalam berkomunikasi. Namun, keefektifan komunikasi sangat
bergantung kepada tindakan yang dilakukan oleh komunikan setelah berkomunikasi.
Jika komunikan melakukan tindakan seperti yang dikatakan komunikatot, maka
dapat dikatakan komunikasi efektif telah terjadi.
Hal senada juga dikemukakan oleh Davis
(1993). Davis mengemukakan bahwa komunikator (pengirim pesan) ingin agar
komunikan (penerima pesan) menerima, memahami, menyambut baik, menggunakan
pesan yang disampaikan dan memberikan balikan. Apabila komunikan melakukan
kelima hal tersebut, maka komunikasi dapat dikatakan efektif. Kelima langkah
tersebut dalam komunikasi seringkali disebut juga sebagai kaidah lima (the rule
of five)
Dengan adanya tolok ukur dan kaidah lima
tersebut, memnungkinkan untuk kita menilai apakah komunikasi yang telah kita
lakukan selama ini sudah efektif atau belum. Jika belum, mari sama-sama kita
perbaiki cara berkomunikasi. Cara berkomunikasi akan menentukan keberhasilan
kita dalam kehidupan ini.
0 comments